Fasilitas LNG Ras Laffan milik QatarEnergy menghentikan produksi setelah serangan drone, yang menyebabkan harga acuan gas Dutch TTF melonjak tajam. Gangguan ini menyoroti meningkatnya risiko geopolitik di Selat Hormuz dan terjadi pada saat persediaan gas Eropa berada pada tingkat yang sangat rendah.
Ketegangan yang meningkat di sekitar Selat Hormuz mendorong volatilitas baru di pasar saham Amerika Serikat. Dow Jones Industrial Average kini sedang menguji level dukungan di 48.000 seiring lonjakan harga minyak, kekhawatiran inflasi, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang menekan sentimen investor. Dengan arus investasi yang beralih ke aset yang lebih aman (risk-off) semakin kuat dan data CPI penting yang akan segera dirilis, pasar tetap sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik maupun sinyal makroekonomi.
Dolar AS menguji area resistance menjelang pidato Presiden Trump, rilis data Klaim Pengangguran AS, serta Indeks Harga Produsen (PPI). Emas bergerak konsolidatif dalam rentang harga, sementara Bitcoin masih berada di bawah tekanan struktural seiring pasar melakukan penyesuaian posisi di sekitar level teknikal kunci.
Meskipun dolar AS melemah, Bitcoin justru bergerak menyimpang dari emas dan Nasdaq. Apakah BTC masih merupakan aset likuiditas dengan beta tinggi, atau sedang berevolusi menjadi lindung nilai makro yang sesungguhnya? Analisis antar-pasar ini menguraikan narasi likuiditas serta level struktural kunci yang membentuk pergerakan Bitcoin selanjutnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- …
- 10























