CFD adalah instrumen kompleks dan memiliki risiko tinggi kehilangan uang dengan cepat karena leverage. 76% akun investor ritel kehilangan uang saat berdagang CFD dengan penyedia ini. Anda harus mempertimbangkan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda mampu menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda.

CFD adalah instrumen kompleks dan memiliki risiko tinggi kehilangan uang dengan cepat karena leverage. 76% akun investor ritel kehilangan uang saat berdagang CFD dengan penyedia ini. Anda harus mempertimbangkan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda mampu menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda.

IUX Logo
Dolar atau Emas? Dua Aset yang Menjadi Sorotan pada Paruh Kedua 2026

Dolar atau Emas? Dua Aset yang Menjadi Sorotan pada Paruh Kedua 2026

Menengah
Jun 10, 2026
Pasar global terus memantau dolar AS dan emas dengan cermat seiring investor mengevaluasi data ekonomi, tren inflasi, dan kebijakan bank sentral. Dengan masih adanya ketidakpastian terkait prospek suku bunga, kedua aset ini tetap menjadi fokus utama pada paruh kedua tahun 2026.

 

Pasar keuangan global memasuki paruh kedua tahun 2026 dengan perhatian yang semakin besar terhadap dua aset utama: dolar AS dan emas. Setelah dirilisnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif tangguh, para pelaku pasar mulai meninjau kembali ekspektasi terhadap kebijakan moneter serta potensi dampaknya terhadap berbagai kelas aset.

Pada saat yang sama, emas terus menarik perhatian karena sejumlah faktor struktural yang mendukung permintaan, termasuk pembelian oleh bank sentral dan ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung di berbagai wilayah.

Alih-alih menentukan aset mana yang akan menjadi “pemenang” yang jelas, banyak analis lebih berfokus pada bagaimana perkembangan kondisi ekonomi dapat memengaruhi kedua aset tersebut dalam beberapa bulan mendatang.

 


 

Dolar AS dan Ekspektasi Kebijakan Moneter

Data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat telah berkontribusi pada perubahan ekspektasi pasar terkait langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Federal Reserve. Berdasarkan komunikasi resmi Federal Reserve, keputusan kebijakan moneter tetap bergantung pada data yang masuk, khususnya tren inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja.

Secara historis, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi sering kali dikaitkan dengan penguatan dolar AS. Namun, hubungan ini tidak selalu sederhana, karena pergerakan mata uang juga dapat dipengaruhi oleh faktor yang lebih luas seperti kondisi ekonomi global, sentimen risiko, dan kebijakan bank sentral utama lainnya.

 


 

Faktor-Faktor yang Sedang Dipantau di Pasar Emas

mas tetap menjadi aset yang diawasi secara ketat oleh investor institusional dan bank sentral. Laporan dari berbagai lembaga riset pasar menunjukkan bahwa pembelian emas oleh bank sentral masih menjadi tema penting dalam beberapa tahun terakhir.

Secara historis, emas sering dikaitkan dengan periode ketidakpastian ekonomi, ketegangan geopolitik, atau perubahan ekspektasi suku bunga. Namun, hubungan-hubungan tersebut dapat berubah seiring waktu dan dipengaruhi oleh berbagai kondisi pasar.

Selain itu, harga emas juga sering dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (U.S. Treasury).

 


 

Skenario yang Saat Ini Diamati oleh Pelaku Pasar

Pelaku pasar sedang memantau beberapa kemungkinan skenario yang dapat memengaruhi dolar AS dan emas selama paruh kedua tahun 2026.

Jika inflasi tetap berada di atas target dan aktivitas ekonomi terus menunjukkan ketahanan, ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi dapat bertahan lebih lama. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar biasanya akan mengevaluasi implikasi potensial terhadap dolar AS, pasar pendapatan tetap (fixed income), dan kelas aset lainnya.

Sebaliknya, jika inflasi terus melambat atau pertumbuhan ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter di masa depan dapat berubah. Secara historis, perubahan ekspektasi suku bunga sering memengaruhi sentimen terhadap dolar AS maupun emas.

Namun, tidak ada satu indikator pun yang dapat menentukan arah pasar secara pasti, karena berbagai faktor ekonomi dan geopolitik dapat berkembang secara bersamaan.

 


 

Mengapa Hubungan antara Dolar dan Emas Penting

Dolar AS dan emas sering dipandang sebagai aset yang bergerak berlawanan arah, meskipun hubungan ini tidak selalu konsisten. Pada periode tertentu, kedua aset tersebut bahkan mengalami kenaikan secara bersamaan ketika pelaku pasar mencari instrumen yang dianggap mampu menyimpan nilai (store of value) di tengah ketidakpastian.

 

Grafik XAUUSD

Grafik DXY

Karena alasan tersebut, banyak analis lebih berfokus pada faktor fundamental yang mendasari masing-masing aset daripada hanya mengandalkan hubungan terbalik yang sederhana antara keduanya.

 


 

Kesimpulan

Paruh kedua tahun 2026 diperkirakan akan terus menghadirkan perkembangan terkait inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan bank sentral. Faktor-faktor tersebut kemungkinan akan tetap menjadi pertimbangan penting bagi pelaku pasar dalam menilai prospek dolar AS maupun emas.

Seperti halnya aset keuangan lainnya, kinerja historis tidak menjamin hasil di masa depan. Pergerakan pasar dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, politik, dan sentimen pasar, yang banyak di antaranya dapat berubah dengan cepat.