CFD adalah instrumen kompleks dan memiliki risiko tinggi kehilangan uang dengan cepat karena leverage. 76% akun investor ritel kehilangan uang saat berdagang CFD dengan penyedia ini. Anda harus mempertimbangkan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda mampu menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda.
CFD adalah instrumen kompleks dan memiliki risiko tinggi kehilangan uang dengan cepat karena leverage. 76% akun investor ritel kehilangan uang saat berdagang CFD dengan penyedia ini. Anda harus mempertimbangkan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda mampu menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda.

Bitcoin Menyimpang dari Emas dan Nasdaq: Aset Beta Tinggi atau Aset Makro yang Independen?
Biasanya, ketika dolar AS melemah dan kondisi keuangan menjadi lebih longgar, arus modal cenderung berputar ke aset berisiko, termasuk kripto. Dolar yang lebih lemah umumnya dianggap mendukung Bitcoin, terutama dalam lingkungan likuiditas yang kondusif. Saat selera risiko meningkat, Bitcoin sering bergerak lebih agresif dibandingkan saham teknologi karena volatilitasnya yang tinggi.
Namun kali ini, pasar menunjukkan cerita yang berbeda.
USD sedang melemah. Emas terus mencetak level tertinggi baru. Nasdaq memang belum runtuh, tetapi juga tidak lagi mengalami reli yang kuat. Sementara itu, Bitcoin telah menembus struktur bullish-nya dan diperdagangkan di bawah area nilai kunci.
Perbedaan pergerakan ini memunculkan satu pertanyaan besar:
Apakah Bitcoin masih sekadar aset beta tinggi yang memperbesar arus pasar secara keseluruhan, ataukah ia sedang berevolusi menjadi aset makro yang lebih independen dan mampu berdiri sendiri sebagai instrumen lindung nilai?
Analisis Antar-Pasar: Terjadi Divergensi yang Jelas
Untuk menilai peran Bitcoin, kita perlu melihat gambaran lintas aset yang lebih luas.
USD Melemah, Namun Reaksi Bitcoin Tidak Kuat
Data jangka panjang menunjukkan bahwa BTC dan USD sering kali memiliki hubungan terbalik yang cukup jelas selama periode perubahan likuiditas besar.
-
Pada 2020–2021, dolar melemah tajam dan Bitcoin melonjak kuat.
-
Pada 2022, dolar menguat signifikan sementara BTC mengalami penurunan tajam.
-
Namun sejak 2024, hubungan ini menjadi kurang stabil. Ada periode di mana Bitcoin naik tanpa pelemahan dolar yang jelas — dan sebaliknya.
Baru-baru ini, meskipun indeks dolar (DXY) mengalami koreksi turun, Bitcoin tidak merespons dengan reli yang kuat. Sebaliknya, BTC justru menembus struktur teknikal penting. Hal ini mengindikasikan bahwa Bitcoin tidak lagi bereaksi semata-mata terhadap pergerakan USD, melainkan lebih sensitif terhadap kondisi likuiditas secara keseluruhan dan tingkat leverage di dalam sistem kripto.

Gambar 1: Korelasi antara BTC dan DXY
Nasdaq Tetap Stabil, Sementara Bitcoin Mengalami Breakdown
Nasdaq merepresentasikan saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi dan secara luas dipandang sebagai indikator utama selera risiko global. Ketika investor bersedia mengambil risiko, aset pertumbuhan—termasuk Nasdaq—biasanya menjadi pihak pertama yang diuntungkan.
Selama bertahun-tahun, Bitcoin menunjukkan korelasi positif yang signifikan dengan Nasdaq dan dianggap sebagai aset “beta tinggi”, yang berarti pergerakannya cenderung memperbesar naik-turun pasar saham.
Data sejak 2018 menunjukkan:
-
2020–2021 dan 2023–2025: BTC dan Nasdaq sama-sama reli kuat.
-
2022: Keduanya turun seiring penarikan likuiditas dari sistem.
Saat ini, Nasdaq belum kehilangan struktur bullish jangka menengahnya. Namun, Bitcoin telah menembus struktur tersebut dan kehilangan area nilai di sekitar 80.000.
Kondisi ini kemungkinan mencerminkan proses deleveraging yang sedang berlangsung di pasar kripto, bukan guncangan besar yang berasal dari pasar saham.

Gambar 2: Korelasi antara BTC dan NAS100
Emas Berperan sebagai Lindung Nilai yang Sesungguhnya
Dalam lingkungan USD yang melemah dan imbal hasil (yield) yang mulai mereda, emas terus mempertahankan struktur bullish-nya dan bertahan di atas zona breakout penting yang berada dekat dengan level tertinggi historis terbaru.
Secara historis, Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital”. Namun, data jangka panjang menunjukkan bahwa korelasi antara BTC dan emas tidak stabil.
-
Pada beberapa periode (2020, 2024), keduanya sama-sama mengalami reli kuat..
-
Pada periode lain (2022, akhir 2025), emas relatif stabil sementara BTC turun tajam.
Saat ini, emas jelas menarik aliran modal defensif, sementara Bitcoin justru melemah. Hal ini mendukung pandangan bahwa pada fase pasar kali ini, modal lindung nilai masih lebih memilih aset tradisional dibandingkan kripto.

Gambar 3: Korelasi antara BTC dan XAUUSD
Dari Divergensi Antar-Pasar ke Narasi Likuiditas
Perbedaan pergerakan antara USD, Nasdaq, emas, dan Bitcoin bukan sekadar cerita teknikal. Ini mencerminkan adanya pergeseran dalam rezim likuiditas.
Bitcoin sangat sensitif terhadap faktor-faktor berikut:
- Ekspansi neraca bank sentral
- Imbal hasil riil (real yields)
- Tingkat leverage di pasar derivatif kripto
Secara sederhana, ketika likuiditas melimpah dan biaya modal rendah, Bitcoin cenderung berkinerja sangat kuat. Sebaliknya, ketika likuiditas mengetat atau sentimen pasar berubah menjadi defensif, BTC sering mengalami koreksi yang lebih dalam dibandingkan saham.
Tahun 2022 adalah contoh yang jelas. Ketika Federal Reserve memasuki siklus pengetatan paling agresif dalam beberapa dekade dan imbal hasil riil melonjak, Bitcoin turun jauh lebih tajam dibandingkan Nasdaq. Dalam lingkungan dengan likuiditas terbatas, aset beta tinggi cenderung lebih tertekan, sementara aset defensif tradisional seperti emas menunjukkan stabilitas yang relatif lebih baik.
Perilaku Bitcoin saat ini lebih selaras dengan karakter aset likuiditas beta tinggi dibandingkan sebagai lindung nilai makro yang sejati.
Struktur Teknikal Bitcoin: Reset yang Jelas
Pada kerangka waktu mingguan:
- BTCUSD telah menembus ke bawah area nilai di sekitar 84.000.
- Struktur bullish dengan pola higher high telah terinvalidasi.
- Zona 74.000–78.000 telah berubah fungsi dari support menjadi resistance.
- Area 60.000 mulai menjadi zona likuiditas dan support yang penting.
Ini bukan sekadar koreksi biasa. Kondisi ini mencerminkan reset struktural—peralihan dari fase ekspansi menuju proses penyeimbangan kembali (rebalancing) di level harga yang lebih rendah.

Gambar 4: BTCUSDT pada Kerangka Waktu Mingguan
Apa Artinya Ini bagi Trader dan Investor?
Untuk Trader
Jika Bitcoin terus berperilaku sebagai aset likuiditas beta tinggi:
-
Volatilitas dapat melampaui pasar secara keseluruhan. BTC berpotensi turun tajam saat terjadi risk-off ringan, dan reli agresif ketika risk-on kembali.
-
Bitcoin tidak sebaiknya diasumsikan berfungsi sebagai lindung nilai jangka pendek. Pada tahap ini, emas menunjukkan karakter defensif yang lebih jelas.
-
Struktur pasar lebih penting daripada berita atau headline.
Dua level kunci yang perlu dipantau:
-
60.000 → Zona support utama dan area likuiditas
-
74.000–78.000 → Zona reclaim yang akan menentukan bias arah pasar
Di bawah 78.000, Bitcoin kemungkinan masih menghadapi tekanan jual setiap kali terjadi reli. Hanya reclaim yang kuat di atas 78.000 dengan konfirmasi volume yang akan meningkatkan probabilitas terbentuknya narasi bullish baru.
Untuk Investor Jangka Panjang
Tidak mengklasifikasikan BTC sebagai aset lindung nilai berarti Bitcoin sebaiknya tidak dipandang sebagai alat perlindungan portofolio saat pasar mengalami tekanan, berbeda dengan emas atau obligasi pemerintah.
Sebaliknya, Bitcoin lebih tepat diperlakukan sebagai alokasi berpertumbuhan tinggi: komponen pertumbuhan yang volatil dalam portofolio terdiversifikasi, dengan ukuran posisi yang disesuaikan dengan toleransi risiko.
Hanya jika kondisi berikut terpenuhi:
-
Bitcoin menembus dan mampu bertahan di atas 78.000,
-
USD terus melemah secara signifikan, dan
-
Korelasi Bitcoin dengan Nasdaq menurun secara berarti (BTC mulai bergerak lebih independen dari pasar saham),
Barulah kita dapat mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa Bitcoin secara bertahap sedang dipersepsikan pasar sebagai aset makro yang lebih independen.
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada di titik infleksi makro yang penting. Ia tidak lagi berada dalam fase pertumbuhan eksplosif, namun juga belum diakui oleh pasar sebagai aset lindung nilai yang sesungguhnya.
Peran Bitcoin dalam siklus ini kemungkinan akan ditentukan oleh dua zona harga kunci:
- Di atas 78.000:
Probabilitas munculnya narasi baru lebih tinggi, dengan BTC berpotensi terlepas dari pasar saham dan bergerak menuju peran sebagai aset makro yang lebih independen.
- Di bawah 60.000:
Menguatkan pandangan bahwa BTC masih terutama merupakan aset beta tinggi yang digerakkan oleh siklus likuiditas.
Untuk saat ini, data lintas pasar menunjukkan bahwa Bitcoin masih cenderung ke skenario kedua, setidaknya sampai struktur pasar berubah secara jelas.


